PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI Cabang Kalimantan Tengah aktif berpartisipasi dalam International Palm Oil Conference atau IPOC ke-20 yang diadakan di Bali International Conference Center atau BICC pada tanggal 6-8 November 2024. Acara ini menjadi platform strategis bagi para pelaku industri kelapa sawit untuk mengeksplorasi inovasi dan keberlanjutan dalam sektor ini.

Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalteng, Rawing Rambang menekankan pentingnya inovasi dalam menghadapi tantangan industri sawit.

"Kami melihat bahwa inovasi adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan industri sawit. Melalui konferensi ini, kami berharap dapat mengadopsi teknologi dan praktik baru yang dapat mendukung pertumbuhan industri," kata Rawing kepada Borneonews pada Jumat, 8 November 2024.

Konferensi ini juga menjadi ajang untuk mempresentasikan hasil-hasil penelitian terbaru yang dapat diterapkan dalam industri sawit. Penelitian tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari teknik budidaya yang lebih efisien hingga metode pengolahan yang ramah lingkungan.

"Penelitian ini memberikan wawasan baru yang dapat membantu kami meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sawit," tambah Rawing.

--page

Selain itu, IPOC ke-20 juga membahas kebijakan pemerintah terkait tata kelola sawit yang berkelanjutan. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi para pelaku industri dalam menjalankan usaha mereka dengan lebih bertanggung jawab.

"Kami mendukung kebijakan pemerintah yang mendorong praktik-praktik keberlanjutan dalam industri sawit," kata Rawing.

Salah satu isu penting yang dibahas dalam konferensi ini adalah peraturan European Union Deforestation Regulation atau EUDR. Peraturan ini bertujuan untuk mengurangi deforestasi global dan memiliki dampak signifikan bagi industri sawit.

"Kami perlu menyesuaikan diri dengan peraturan ini untuk memastikan bahwa produk sawit kita dapat diterima di pasar internasional," jelas Rawing.

GAPKI Kalimantan Tengah juga melihat peluang besar dalam meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan petani.

"Kolaborasi yang kuat antara semua pemangku kepentingan akan membantu kita menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada,"ujar Rawing.

--page

Dengan demikian, industri sawit dapat terus berkontribusi pada kesejahteraan ekonomi nasional. Dengan berbagai informasi dan pengetahuan yang diperoleh dari IPOC ke-20, GAPKI Kalimantan Tengah optimis dapat mendorong inovasi dan keberlanjutan dalam industri sawit.

"Kami yakin bahwa dengan inovasi dan kolaborasi, industri sawit Indonesia akan terus berkembang dan memberikan manfaat yang besar bagi bangsa dan negara," tutup Rawing Rambang.(TESTI PRISCILLA/Y)