PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejak penangkapan bandar sabu kelas kakap Salihin atau Saleh oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia pada 4 September lalu, peredaran narkoba di kawasan Puntun, berangsur sepi. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah (Kalteng), Brigjen Pol Joko Setiono.

"Setelah tertangkapnya Salihin alias Saleh, peredaran narkoba di kawasan Puntun yang terkenal dengan sebutan Kampung Narkoba itu mulai sepi," ungkap Brigjen Pol Joko Setiono, Senin, 25 November 2024.

Jendral bintang satu ini menegaskan bahwa BNNP Kalteng tidak akan main-main terhadap para pengedar maupun bandar Sabu yang masih berani menjalankan bisnisnya.

"BNNP Kalteng tidak akan main-main dan akan bertindak tegas kepada para pengedar narkoba  yang masih berani menjalankan bisnis sabu-sabu. Hal ini dilakukan dalam upaya mewujudkan Kalteng Bersih dari Narkoba," tegasnya.

Lebih jauh, Joko menuturkan bahwa pemindahan Saleh ke Lapas Nusakambangan Cilacap merupakan bentuk keseriusan BNNP Kalteng dalam memberantas peredaran narkoba di Bumi Tambun Bungai.

--page

Ia mengingatkan kepada semua bandar atau pengikut-pengikut Saleh untuk tidak menjalankan bisnis sabu-sabu lagi.

BNNP Kalteng berkomitmen untuk terus melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba di wilayah Kalteng.

Penangkapan Saleh dan tindakan tegas yang dilakukan BNNP Kalteng diharapkan dapat memberikan efek jera kepada para pelaku dan membantu mewujudkan Kalteng yang bersih dari narkoba.

"Kami akan terus bertindak tegas dalam peredaran narkoba dan kalau masih ada yang bermain, akan saya kirim ke Nusakambangan dan diperlakukan sama seperti Saleh," pungkasnya. (PATHUR/Y)