BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi atau ZI-WBK.
Komitmen ini sudah dijaga sejak tahun 2021 dan semakin diperkuat pada tahun 2025 dengan arahan dari Kepala Balai, Muhammad Muis, dan Kasubbag Umum, R. Hery Budhiono. Mereka berusaha keras untuk memastikan bahwa nilai-nilai integritas dan transparansi diterapkan dalam setiap aspek tugas sehari-hari di Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah.
Pada Februari 2025, rapat awal pembahasan program kerja ZI-WBK diadakan, dimana berbagai langkah dan upaya direalisasikan untuk mencapai komitmen tersebut. Muhammad Muis, dalam rilisnya pada Jumat, 14 Februari 2025, menyatakan pentingnya menjaga integritas dan transparansi dalam melaksanakan tugas. Beliau menekankan bahwa ini adalah langkah penting menuju tata kelola yang lebih baik.
"Rapat tersebut juga menetapkan susunan tim RBI Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025," kata Muis.
Rebda Agus Prabowo, Analis Pengelola Keuangan APBN Muda, ditunjuk sebagai Ketua, sedangkan Anisa Fitriani, Widyabasa Ahli Pertama, ditunjuk sebagai Wakil Ketua. Ferdiyanto Imamat Rajani Susilo, Penelaah Teknis Kebijakan, akan berperan sebagai Sekretaris. Dalam peran kepemimpinan, Muhammad Muis akan menjadi Figur Anutan atau Role Model tahun ini, sementara R. Hery Budhiono terpilih sebagai Agen Perubahan.
"Tidak hanya struktur kepemimpinan yang diperkuat, tim kerja di setiap area perubahan tahun ini juga mengalami perombakan," katanya.
Kambang, Widyabasa Ahli Muda, akan mengoordinasikan Area Manajemen Perubahan, sementara Ai Gumiar, Widyabasa Ahli Pertama, bertanggung jawab atas Area Penataan Tata Laksana. Kuntari, Analis SDM Ahli Pertama, akan mengoordinasikan Area Penataan SDM, dan Arum Putri Mayasari, Widyabasa Ahli Pertama, akan memimpin Area Penguatan Akuntabilitas.
Koordinasi di Area Penguatan Pengawasan akan dikendalikan oleh Kusmara Jiwantara, Perencana Ahli Pertama, sedangkan Yohanes Tri Nugroho akan memimpin Area Pelayanan Publik. Setiap koordinator area tersebut akan dibantu oleh sekretaris dan anggota tim yang terdiri atas PNS dan PPNPN Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. Hal ini menunjukkan komitmen Balai Bahasa dalam mewujudkan tata kelola yang baik dan berintegritas.
"Keberhasilan pembangunan ZI-WBK sangat bergantung pada kerjasama dan komitmen bersama antara pimpinan dan staf Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. Balai Bahasa berkomitmen untuk bermartabat, bermanfaat, akuntabel, dan profesional sesuai dengan tata nilai Mantap. Dengan semangat ini, Balai Bahasa optimis bisa mewujudkan lingkungan kerja yang bebas dari korupsi dan penuh integritas," tegasnya. (TESTI PRISCILLA/H)









