BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansah Andrias, optimis bahwa perekonomian provinsi setempat akan terus tumbuh pada tahun 2025.
"Perekonomian Kalimantan Tengah akan tetap tumbuh dan berkembang pada tahun ini, seiring dengan upaya berkelanjutan dalam mendorong transformasi digital dan penguatan sektor-sektor ekonomi," katanya, Jumat, 14 Februari 2025.
Yuliansah juga menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Kalteng pada 2025 akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini didukung oleh tiga sektor utama yang diuraikannya menjadi penggerak ekonomi daerah. Pertama, sektor batu bara. Sebagai salah satu komoditas ekspor unggulan, industri batu bara di Kalteng terus berkembang seiring dengan permintaan global yang stabil. Adanya perbaikan infrastruktur dan kebijakan pendukung dapat meningkatkan produksi dan distribusi batu bara ke pasar nasional maupun internasional.
Kedua, perkebunan kelapa sawit. Kalteng merupakan salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. Dengan meningkatnya harga crude palm oil (CPO) dan permintaan pasar, sektor ini diprediksi terus berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya hilirisasi produk sawit, seperti produksi minyak goreng dan biodiesel, juga dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi.
Ketiga, pembukaan lahan padi sebagai lumbung pangan nasional. Program pengembangan food estate di Kalteng bertujuan meningkatkan ketahanan pangan nasional dengan membuka lahan-lahan baru untuk pertanian padi.
"Jika program ini berjalan dengan baik, tidak hanya akan memperkuat sektor pertanian, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat," tuturnya.
--page
Ia juga menambahkan, dengan dukungan dari berbagai sektor ini, BI Kalteng optimistis pertumbuhan ekonomi pada 2025 akan lebih stabil dan meningkat, seiring dengan kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas inflasi, mendorong investasi, dan meningkatkan daya saing UMKM. (MARINI/Y)









