PANLANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansah Andrias, menanggapi kenaikan harga emas. Ia menjelaskan bahwa peningkatan harga emas dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang mendorong investor untuk mencari aset safe haven.

"Dalam situasi ketidakpastian global, emas sering dianggap sebagai aset yang aman. Ketegangan geopolitik, seperti konflik di Timur Tengah, dapat meningkatkan permintaan emas karena investor mencari perlindungan terhadap volatilitas pasar," ujarnya, Senin, 17 Februari 2025.

Selain itu, pergerakan harga emas juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, termasuk kebijakan moneter bank sentral dan nilai tukar mata uang.

"Hal ini menunjukkan bahwa selain faktor geopolitik, dinamika ekonomi global dan kebijakan moneter juga memainkan peran penting dalam menentukan harga emas," jelasnya. 

Oleh karena itu, ujarnya penting bagi investor untuk mempertimbangkan berbagai faktor sebelum membuat keputusan investasi emas. 

"Kenaikan harga emas bisa menjadi salah satu faktor penyumbang inflasi, meskipun pengaruhnya tergantung pada berbagai faktor ekonomi lainnya," tutupnya. (MARINI/H)