SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansyah Andrias, mengingatkan masyarakat akan meningkatnya risiko peredaran uang palsu menjelang hari besar keagamaan nasional.  

"Jelang hari besar keagamaan nasional ini perlu waspada terhadap peredaran uang palsu," katanya, belum lama ini. 

Ia meminta pemerintah daerah dan kepolisian setempat perlu melakukan kewaspadaan dan upaya pencegahan peredaran uang palsu itu.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk mengenali ciri-ciri uang asli. Hal ini dinilai sangat penting agar masyarakat  mampu membedakan uang asli dan palsu. 

Selain itu, sebagai upaya pencegahan, Yuliansyah Andrias mendorong penggunaan transaksi nontunai, seperti QRIS, sebagai alternatif yang lebih aman dari risiko uang palsu.

--page

Ia menuturkan bahwa beberapa wilayah di Kalimantan Tengah, khususnya Sampit, telah mendukung penggunaan QRIS.

"Salah satu keuntungan penggunaan QRIS adalah terhindar dari risiko uang palsu," tambah Yuliansyah Andrias.

BI Kalteng terus berupaya meningkatkan literasi keuangan dan mendorong adopsi transaksi digital untuk melindungi masyarakat dari potensi kerugian akibat peredaran uang palsu. (DEVIANA/Y)