PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Februari 2025, beberapa kelompok pengeluaran memberikan kontribusi yang signifikan terhadap inflasi tahunan atau y-on-y. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatatkan kontribusi inflasi terbesar, yaitu sebesar 1,49 persen.

"Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki menyumbang 0,04 persen, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,02 persen, serta kelompok kesehatan 0,05 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti menyampaikan berita resmi statistik pada Senin, 3 Maret 2025.

Selain itu, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya memberikan kontribusi sebesar 0,01 persen, kelompok pendidikan 0,08 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,19 persen, dan kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya sebesar 0,37 persen.

"Namun, beberapa kelompok pengeluaran juga memberikan andil terhadap deflasi tahunan atau y-on-y. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan kontribusi deflasi terbesar, yaitu sebesar 1,93 persen. Selain itu, kelompok transportasi menyumbang deflasi sebesar 0,03 persen dan kelompok informasi, komunikasi, serta jasa keuangan sebesar 0,01 persen," jelasnya.

Beberapa komoditas tertentu juga memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi tahunan atau y-on-y pada Februari 2025. Emas perhiasan, ikan gabus, Sigaret Kretek Mesin atau SKM, minyak goreng, cabai rawit, kopi bubuk, daging ayam ras, dan terong merupakan beberapa komoditas yang dominan. Komoditas lainnya termasuk ikan patin, udang basah, bayam, gula pasir, pemeliharaan/service, Sigaret Kretek Tangan atau SKT, beras, sewa rumah, kangkung, bawang putih, sepeda motor, dan ikan bakar.

--page

"Di sisi lain, beberapa komoditas memberikan andil signifikan terhadap deflasi tahunan atau y-on-y. Komoditas tersebut meliputi tarif listrik, angkutan udara, tomat, bahan bakar rumah tangga, ikan asin sepat, susu bubuk untuk balita, bensin, bawang merah, ikan nila, pepaya, sabun cair/cuci piring, ikan kapar, pisang, tahu mentah, rampela hati ayam, susu bubuk, ikan saluang, telepon seluler, susu bubuk untuk bayi, dan ikan papuyu," jelasnya.

Untuk deflasi bulanan atau m-to-m pada Februari 2025, beberapa komoditas menunjukkan kontribusi yang cukup besar. Tarif listrik, daging ayam ras, bawang merah, cabai rawit, tomat, telur ayam ras, angkutan udara, ikan nila, cabai merah, ikan patin, ikan baung, ikan kapar, ayam hidup, dan susu bubuk merupakan komoditas yang dominan dalam menyumbang deflasi.

"Sebaliknya, komoditas yang memberikan andil inflasi bulanan antara lain emas perhiasan, kangkung, Sigaret Kretek Mesin atau SKM, beras, bensin, minyak goreng, ikan gabus, ikan peda, wortel, daun katuk, gula pasir, bayam, solar, jagung manis, semangka, mie kering instan, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, terong, ikan layang/ikan bonggol, dan jeruk," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)