BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalteng, Yuliansah Andrias, menyebut bawang merah merupakan salah satu komoditas deflasi di Palangka Raya, kemudian disusul dengan ayam ras dan tarif listrik.
Adapun faktor penyebab deflasi dari komoditas ini, produksi bawang merah yang meningkat akibat panen raya di daerah penghasil bawang merah, distribusi yang lancar sehingga pasokan melimpah di pasar, permintaan yang stabil atau menurun karena pola konsumsi masyarakat.
Sedangkan, untuk ayam ras ketersediaan stok yang berlimpah akibat peningkatan produksi peternak. Turunnya permintaan pasca moment keagamaan.
Kemudian, untuk tarif listrik akibat adanya kebijakan pemerintah atau subsidi yang menurunkan biaya listrik bagi masyarakat. Dengan kebijakan diskon tarif 50 persen yang ditetapkan pemerintah untuk pengguna daya dibawah 2200 VA.
"Dampak positif deflasi bagi masyarakat daya beli meningkat karena harga kebutuhan lebih terjangkau, biaya hidup lebih rendah, terutama bagi rumah tangga dengan konsumsi listrik tinggi, dan sektor usaha kecil dan menengah bisa mengurangi biaya operasional," katanya, Kamis, 6 Maret 2025.
Sedangkan untuk dampak negatif yang perlu diwaspadai katanya bisa mengurangi pendapatan petani dan peternak karena harga jual yang rendah. Dan bisa mengindikasikan lemahnya permintaan pasar, yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.
Untuk itu, solusi darinya agar tetap seimbang, pemerintah dan pemangku kebijakan perlu memastikan harga tetap stabil dan tidak jatuh terlalu rendah, sehingga kesejahteraan petani, peternak, dan pelaku usaha tetap terjaga.
"Kami harap permintaan daging tetap normal. Dan juga musim panen didaerah penghasil utama relatif stabil," pungkasnya. (MARINI/H)









