BORNEONEWS, Palangka Raya - Provinsi Kalimantan Tengah melaporkan inflasi pada kelompok pendidikan sebesar 2,23 persen secara year-on-year atau y-on-y pada Februari 2025.
Indeks Harga Konsumen atau IHK meningkat dari 104,12 pada Februari 2024 menjadi 106,44 pada Februari 2025. Inflasi ini menunjukkan adanya kenaikan harga di sektor pendidikan yang berdampak pada biaya pendidikan di provinsi tersebut.
"Subkelompok pendidikan lainnya mengalami inflasi tertinggi dengan kenaikan sebesar 5,11 persen, sementara subkelompok pendidikan dasar dan anak usia dini mencatat inflasi terendah sebesar 0,83 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Selasa, 11 Maret 2025.
Kelompok pendidikan pada Februari 2025 menurutnya menyumbang andil inflasi y-on-y sebesar 0,08 persen. Kontribusi terbesar terhadap inflasi dalam kelompok ini berasal dari beberapa komoditas utama seperti sekolah menengah pertama, akademi/perguruan tinggi, dan bimbingan belajar, masing-masing memberikan andil sebesar 0,02 persen. Selain itu, taman kanak-kanak dan sekolah menengah atas memberikan andil masing-masing sebesar 0,01 persen.
"Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap inflasi di sektor pendidikan di Kalimantan Tengah antara lain peningkatan biaya operasional, gaji tenaga pengajar, serta biaya perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan," jelasnya.
Meskipun kelompok pendidikan memberikan andil terhadap inflasi y-on-y, kelompok ini tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi month-to-month atau m-to-m pada Februari 2025.(TESTI PRISCILLA/H)









