PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sampah telah menjadi salah satu permasalahan utama yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional atau SIPSN Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK tahun 2022, Indonesia menghasilkan sekitar 21,1 juta ton sampah setiap tahunnya, hanya 65,71 persen yang berhasil terkelola dengan baik. Sisanya, sebanyak 34,29 persen atau sekitar 7,2 juta ton, belum ditangani secara optimal. Kondisi ini berdampak pada lingkungan serta kualitas hidup masyarakat, diiringi peningkatan polusi dan ancaman terhadap ekosistem.

Rawing Rambang, Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, mengungkapkan pentingnya peran sektor industri dalam membantu pengelolaan sampah.

"Melalui partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan aksi nyata, kami percaya sektor industri dapat menjadi katalis perubahan dalam mengelola sampah secara berkelanjutan," kata Rawing pada Jumat, 28 Maret 2025.

Dalam upaya konkret tersebut, GAPKI Kalteng memberikan dukungan penuh pada acara Zero Waste Week 2025 yang berlangsung dari 7 hingga 23 Maret. Acara ini menghadirkan beragam kegiatan edukatif, termasuk webinar nasional yang mendiskusikan cara mengelola sampah dari sumbernya serta peluang bisnis daur ulang plastik dan pemanfaatan minyak jelantah sebagai biodiesel. Tidak hanya berbasis teori, Zero Waste Week juga diwarnai aksi nyata seperti pembersihan pantai di Bali yang melibatkan relawan, serta pelatihan pembuatan ecobrik untuk para pedagang lokal.

--page

"Zero Waste Week 2025 adalah contoh nyata bagaimana sektor swasta dapat berkolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah untuk menciptakan solusi yang efektif dalam pengelolaan sampah. Kami bangga menjadi bagian dari upaya ini," Rawing Rambang menambahkan.

Sebagai bagian dari penutupan kegiatan, GAPKI Kalteng bersama para peserta menanam 30 bibit bakau di Pantai Oesapa, Kupang. Langkah ini bertujuan untuk melindungi ekosistem pesisir dan melawan dampak perubahan iklim. Rawing Rambang menyebutkan bahwa penanaman ini sekaligus simbol komitmen GAPKI terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan.

Dukungan GAPKI Kalteng dalam Zero Waste Week 2025 menunjukkan bahwa sektor industri dapat berperan penting dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang solid antara industri, pemerintah, dan masyarakat, upaya serupa diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi pihak lain dalam menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik. (TESTI PRISCILLA/Y)