BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), I Wayan Suata, menyebut bahwa Perayaan Nyepi di Palangka Raya menjadi momen penting dalam menjaga keharmonisan umat beragama.
"Pawai ogoh-ogoh yang disaksikan ribuan masyarakat Kota Palangka Raya bukan hanya sebagai tradisi budaya, tetapi juga melambangkan pemusnahan sifat-sifat negatif seperti angkara murka dan kesombongan," katanya, Sabtu, 29 Maret 2025.
Setelah diarak keliling kota, ujarnya ogoh-ogoh tersebut dibakar sebagai simbol pembersihan diri menuju kehidupan yang lebih baik.
I Wayan Suata mengapresiasi, antusiasme masyarakat dalam mengikuti dan menyaksikan pawai ini.
Ia berharap pada tahun depan, perayaan Nyepi dan pawai ogoh-ogoh dapat dilaksanakan dengan lebih meriah lagi, memperkuat nilai-nilai toleransi dan mempererat persatuan di tengah keberagaman budaya dan agama di Kalteng.
"Semoga di masa mendatang perayaan ini dapat berlangsung lebih meriah, menjadi ruang untuk membangun harmoni sosial, memperkuat solidaritas, serta mengenalkan kekayaan budaya Hindu kepada masyarakat luas," pungkasnya. (MARINI/H)









