PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran di Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 1,91 persen pada Maret 2025.

"Data menunjukkan indeks harga kelompok ini naik dari 104,64 pada Maret 2024 menjadi 106,64 pada Maret 2025, menunjukkan adanya kenaikan harga yang cukup signifikan dalam kurun waktu setahun terakhir, terutama karena Maret tahun ini berbarengan dengan bulan puasa," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Rabu, 9 April 2025.

Kelompok ini mencakup satu subkelompok jasa pelayanan makanan dan minuman yang juga mengalami inflasi y-on-y dengan tingkat yang sama, yakni sebesar 1,91 persen. Hal ini mengindikasikan adanya konsistensi dalam peningkatan harga di seluruh segmen restoran dan penyediaan makanan serta minuman di wilayah tersebut.

"Kontribusi kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran terhadap inflasi y-on-y mencapai 0,20 persen. Ikan bakar menjadi salah satu komoditas yang memberikan andil terbesar dengan kontribusi 0,03 persen. Diikuti oleh nasi dengan lauk, ayam bakar, sop, sate, dan bakso siap santap masing-masing dengan kontribusi sebesar 0,02 persen," jelasnya.

Komoditas lain seperti ayam goreng, soto, martabak, roti bakar, ketupat atau lontong sayur, kue kering berminyak, es, ikan goreng, dan mie masing-masing memberikan kontribusi sebesar 0,01 persen terhadap inflasi y-on-y di kelompok ini. Keanekaragaman produk tersebut mencerminkan tingginya konsumsi masyarakat yang berkontribusi pada perubahan harga.

--page

"Sementara itu, inflasi month-to-month atau m-to-m untuk kelompok ini tercatat sebesar 0,03 persen pada Maret 2025. Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi m-to-m adalah ayam goreng dan sop dengan masing-masing memberikan kontribusi sebesar 0,01 persen," jelas Agnes lagi.

Dengan adanya peningkatan harga yang terus berlangsung, pengamatan terhadap dinamika inflasi di kelompok ini menjadi penting bagi pengambil kebijakan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Langkah-langkah strategis dapat dirancang untuk mengurangi dampak inflasi pada sektor makanan dan minuman, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (TESTI PRISCILLA/Y)