PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Maret 2025, empat kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen atau IHK di Provinsi Kalimantan Tengah mencatatkan inflasi secara year-on-year atau y-on-y.

"Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Sukamara dengan angka 2,27 persen dan IHK sebesar 109,52," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Kamis, 10 April 2025.

Sebaliknya, Kabupaten Sampit mengalami inflasi terendah dengan 0,93 persen dan IHK sebesar 106,26, mencerminkan variasi dalam tekanan harga di wilayah tersebut.

Secara bulanan atau month-to-month atau m-to-m, seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah juga mengalami inflasi selama bulan Maret.

"Kabupaten Sukamara kembali mencatat inflasi tertinggi pada m-to-m yakni mencapai angka 2,07 persen, menunjukkan tren yang konsisten dalam peningkatan harga barang dan jasa dibandingkan daerah lain," tuturnya.

Perbedaan tingkat inflasi y-on-y dan m-to-m antar kabupaten/kota di Kalimantan Tengah mengindikasikan adanya faktor lokal yang memengaruhi dinamika harga. Hal ini dapat mencakup perbedaan distribusi barang, permintaan musiman, serta kebijakan lokal terkait perdagangan dan konsumsi.

"Termasuk inflasi akibat sudah tidak adanya diskon listrik ya, Kabupaten Sukamara kan kabupaten baru jadi mungkin rata-rata menggunakan listrik pasca bayar sehingga terasa sekali inflasinya bulan Maret ini karena diskon tarif listrik telah selesai," jelas Agnes lagi.

Bagi Kabupaten Sukamara, tingginya inflasi y-on-y maupun m-to-m menunjukkan adanya tekanan harga yang perlu mendapat perhatian khusus dari pemangku kebijakan. Faktor penyebabnya dapat mencakup kenaikan harga kebutuhan pokok maupun biaya transportasi, yang memengaruhi daya beli masyarakat.

"Di sisi lain, Sampit yang mencatat inflasi terendah y-on-y memberikan indikasi relatif stabilnya kondisi pasar di sana. Meski demikian, inflasi m-to-m yang tetap ada menunjukkan perlunya pemantauan terhadap dinamika harga untuk menjaga stabilitas ekonomi lokal," tuturnya.

Secara keseluruhan, perkembangan inflasi di Kalimantan Tengah pada Maret 2025 menunjukkan tantangan yang perlu ditangani melalui upaya kolaboratif antara pemerintah daerah dan masyarakat. Penekanan pada solusi berbasis data dan kebijakan yang terfokus menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan ekonomi di wilayah ini. (TESTI PRISCILLA/j)