PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansah Adrias, mengimbau masyarakat agar menjaga kondisi fisik uang rupiah dengan menyimpannya di tempat yang aman dan layak. 

Hal ini penting untuk menjaga nilai dan keaslian mata uang sebagai alat transaksi yang sah di Indonesia. “Uang rupiah harus dijaga agar tetap utuh dan tidak rusak. Kami mengajak masyarakat untuk menyimpan uang di tempat yang bersih, kering, dan tidak mudah terkena lipatan atau sobekan,” ujar Yuliansah, Rabu 16 April 2025.

Ia menjelaskan, kerusakan fisik uang seperti sobek, lusuh, atau luntur dapat menyulitkan proses transaksi, bahkan bisa ditolak oleh pedagang atau layanan umum. Selain itu, uang yang rusak juga tidak bisa diedarkan kembali dan harus ditarik dari peredaran.

Yuliansah menambahkan bahwa BI terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memperlakukan rupiah dengan baik, termasuk tidak melipat, membasahi, menulis, atau mencoret uang kertas.

“Rupiah adalah simbol kedaulatan negara. Menjaganya tetap dalam kondisi baik adalah bentuk cinta kita terhadap Indonesia,” tegasnya.

--page

Masyarakat juga diimbau untuk menukarkan uang yang rusak melalui layanan resmi bank, agar tetap mendapatkan penggantian yang sesuai dengan ketentuan. (MARINI/y)