PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansah Adrias, mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap bukti transfer hasil manipulasi yang belakangan marak digunakan dalam modus penipuan digital.

Ia menjelaskan bahwa meskipun bukti transfer palsu hasil rekayasa menggunakan kecerdasan buatan (AI) tampak sangat mirip dengan yang asli, tetap ada ciri-ciri yang bisa dikenali. 

“Secara visual memang tampak menyerupai, tapi tidak sempurna. Masih bisa dikenali jika kita cermat,” ungkap Yuliansah, Jumat, 18 April 2025.

Guna membantu masyarakat menghindari jebakan penipuan ini, BI Kalteng membagikan lima tips sederhana yang bisa diterapkan dalam keseharian:

1. Sadari bahwa bukti transfer bisa dipalsukan. Jangan langsung percaya hanya dari tampilan gambar atau file bukti transfer.

2. Cek dana masuk di riwayat mutasi rekening. Pastikan uang benar-benar telah masuk ke rekening, bukan hanya melihat bukti transfer.

3. Aktifkan fitur notifikasi transaksi pada gawai. Ini akan membantu mendapatkan konfirmasi otomatis dari bank.

4. Cek kejanggalan pada bukti transfer. Perhatikan nomor referensi, format, dan tanggal transfer yang tidak sesuai.

5. Jika dana belum diterima, segera laporkan ke penyelenggara. Jangan ragu untuk menghubungi pihak bank atau penyedia jasa keuangan terkait.

Yuliansah menegaskan bahwa literasi digital dan kewaspadaan menjadi kunci utama dalam menghadapi modus-modus penipuan berbasis teknologi. 

“Jangan sampai kecanggihan teknologi malah dimanfaatkan oleh oknum untuk merugikan masyarakat,” tutupnya. (MARINI/j)