BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengapresiasi kinerja Perusahaan Daerah dan BPR di wilayah Kalimantan Tengah dalam menyalurkan program kredit inovatif yang bertujuan mendorong perekonomian kerakyatan.
"Program-program kredit ini memberikan solusi bagi masyarakat untuk terbebas dari jerat rentenir dan mendukung pengembangan usaha mikro," kata Primandanu pada Sabtu, 19 April 2025.
Perumda BPR Marunting Sejahtera tercatat telah menyalurkan Kredit Marunting Sejahtera Bebas dari Rentenir atau Kredit Mas Basir kepada 173 debitur dengan total plafon sebesar Rp857,5 juta.
"Program ini dirancang untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan akses pembiayaan yang adil dan terjangkau, serta mendukung kesejahteraan sosial secara merata," katanya.
Selain itu, PT BPR Sampuraga Cemerlang Perseroda telah menunjukkan dedikasinya melalui penyaluran Kredit Tabung atau Tanpa Bunga kepada 1.675 debitur dengan total plafon yang mencapai Rp4,566 miliar. Kredit ini memberikan peluang besar bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang tanpa terbebani oleh bunga kredit yang sering menjadi tantangan utama.
Sementara itu PT BPR Artha Sukma (Perseroda) juga tidak kalah aktif dalam mendukung perekonomian daerah. Melalui program Kurda yakni Kredit Usaha Rakyat Daerah, BPR ini telah menyalurkan kredit kepada 167 debitur dengan total plafon sebesar Rp5,23 miliar. Program ini diharapkan dapat membantu pengembangan usaha kecil dan menengah sebagai tulang punggung perekonomian lokal.
Primandanu Febriyan Aziz menegaskan bahwa program-program tersebut tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga sosial yang sangat besar.
“Kredit ini menunjukkan komitmen kuat dari BPR di Kalteng untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Kami akan terus mendukung langkah-langkah inovatif semacam ini,” ujarnya.
Dengan keberhasilan penyaluran kredit ini, BPR di Kalimantan Tengah diharapkan terus memperkuat perannya dalam mendukung perekonomian daerah. Kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, dan BPR menjadi kunci untuk menghadirkan solusi keuangan yang inklusif bagi masyarakat. (TESTI PRISCILLA/H)









