PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansah Andrias, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dalam melakukan transaksi keuangan di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi. 

Menurutnya, kemajuan teknologi keuangan membawa kemudahan. Namun, kemajuan itu juga diiringi dengan berbagai risiko yang perlu diantisipasi.

“Perkembangan sistem pembayaran digital seperti QRIS dan dompet elektronik memang sangat positif dalam mendorong efisiensi transaksi. Tapi di sisi lain, kita juga harus waspada terhadap potensi kejahatan siber, penipuan, dan penyalahgunaan data pribadi,” ujar Yuliansah, Minggu 20 April 2025.

Ia menyebut, Bank Indonesia terus berupaya meningkatkan literasi digital masyarakat, terutama dalam hal keamanan bertransaksi. 

Edukasi mengenai perlindungan data pribadi, penggunaan jaringan aman, hingga pengenalan modus penipuan digital menjadi bagian penting yang terus disosialisasikan.

--page

“Kami dorong masyarakat untuk tidak sembarangan memberikan informasi pribadi, serta memastikan aplikasi atau situs transaksi yang digunakan benar-benar resmi dan terpercaya,” tegasnya.

Yuliansah juga mengapresiasi pertumbuhan transaksi digital di Kalteng yang menunjukkan respons positif terhadap transformasi keuangan.

Namun, ia menegaskan bahwa keamanan dan kehati-hatian harus tetap menjadi prioritas utama dalam mendukung inklusi keuangan digital yang sehat dan berkelanjutan. (MARINI/y)