BORNEONEWS, Palangka Raya - Tanggal 24 April 2025 diperingati sebagai Hari Bising Sedunia. Momentum ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan pendengaran dan melindungi telinga dari paparan suara bising yang berlebihan.
Dampak buruk kebisingan terhadap kesehatan telinga perlu disadari oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo, mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan telinga mereka.
Ia mengajak masyarakat untuk aktif menjaga kesehatan pendengaran dan melakukan pemeriksaan kesehatan telinga secara rutin. Pencegahan dini sangat penting untuk menghindari masalah pendengaran di kemudian hari.
Paparan suara bising dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan telinga, mulai dari gangguan pendengaran ringan hingga tuli permanen.
"Oleh karena itu, penting untuk melindungi telinga dari paparan suara bising yang melebihi ambang batas aman, kesadaran masyarakat akan bahaya kebisingan sangat penting," katanya, Kamis, 24 April 2025.
Pemeriksaan kesehatan telinga secara rutin sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang bekerja di lingkungan bising atau sering terpapar suara keras.
Pemeriksaan berkala dapat mendeteksi dini masalah pendengaran dan memungkinkan penanganan yang tepat waktu. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.
Selain pemeriksaan rutin, masyarakat juga dihimbau untuk menerapkan perilaku hidup sehat yang mendukung kesehatan telinga.
Hal ini meliputi menghindari paparan suara bising yang berlebihan, menggunakan pelindung telinga saat berada di lingkungan bising, dan menjaga kebersihan telinga.
"Perilaku hidup sehat ini dapat membantu mencegah berbagai masalah telinga," terangnya. (PATHUR/H)









