PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memproyeksikan bahwa inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tahun 2025 akan mengalami peningkatan. 

Meski demikian, inflasi tersebut diperkirakan masih akan berada dalam rentang target nasional, yakni 2,5 ± 1 persen.

Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansyah Andrias, menjelaskan bahwa lonjakan inflasi dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai (safe haven), seiring dengan ketidakpastian kondisi ekonomi global.

"Permintaan terhadap emas meningkat tajam karena situasi global yang tidak pasti. Ini menjadi salah satu pendorong inflasi di tahun 2025," ujar Yuliansyah, Jumat 2 Mei 2025.

Ia menegaskan bahwa inflasi masih dapat dikendalikan berkat ketersediaan bahan pangan dan upaya peningkatan produksi komoditas strategis daerah yang terus digalakkan oleh pemerintah.

--page

Lebih lanjut, Yuliansyah menyoroti pentingnya pengembangan industri hilir sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Kalteng. 

Menurutnya, pengolahan minyak kelapa sawit (CPO) dan pembangunan kawasan industri menjadi kunci untuk menciptakan nilai tambah ekonomi dan memperluas lapangan kerja.

"Pengolahan CPO dan pengembangan kawasan industri sangat penting dalam strategi hilirisasi. Ini bisa menjadi penggerak ekonomi baru Kalteng," jelasnya.

Untuk mendukung langkah tersebut, Yuliansyah menekankan perlunya penguatan iklim investasi, penyempurnaan regulasi, serta pembangunan infrastruktur yang memadai.

"Jika ingin sektor industri tumbuh optimal, maka investasi harus didorong melalui perbaikan regulasi dan dukungan infrastruktur yang kuat," pungkasnya. (MARINI/y)