BORNEONEWS, Palangka Raya - Hari kedua Asesmen Lapangan Luring Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atau PBSI Universitas Palangka Raya atau UPR berlangsung pada 9 Mei 2025 dengan serangkaian kegiatan penting.
Asesmen lapangan pada hari kedua ini mencakup empat agenda utama, yang bertujuan untuk memastikan kualitas akademik, kesiapan sarana prasarana, serta pencapaian program studi dalam memberikan pendidikan terbaik bagi mahasiswa.
Koordinator PBSI, Alifiah Nurachmana, menyampaikan harapan besar agar PBSI UPR memperoleh peringkat unggul, karena hal ini tidak hanya meningkatkan reputasi kampus, tetapi juga memberikan manfaat bagi lulusan.
“Harapannya mendapat peringkat unggul, karena menguntungkan lulusan untuk mencari kerja. Dan peluang dosen di PBSI untuk kegiatan nasional dan internasional sangat besar,” kata Alifiah kepada Borneonews pada Minggu, 11 Mei 2025.
Kegiatan pertama adalah Micro Teaching, para dosen PBSI menampilkan metode pengajaran mereka dalam sesi simulasi di hadapan asesor. Micro Teaching ini menjadi salah satu aspek krusial dalam asesmen, karena menunjukkan bagaimana proses pembelajaran berlangsung di kelas. Dosen PBSI berusaha memperlihatkan teknik pengajaran yang inovatif dan interaktif, dengan harapan metode yang diterapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa.
Setelah sesi Micro Teaching, asesor melanjutkan dengan kunjungan ke sarana dan prasarana kampus. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai kondisi fasilitas yang tersedia, termasuk ruang kelas, laboratorium bahasa, serta sarana pendukung lainnya yang digunakan oleh mahasiswa PBSI. Asesor memberikan perhatian khusus terhadap kelengkapan dan aksesibilitas fasilitas dalam mendukung perkuliahan serta kegiatan akademik lainnya.
Sebelum acara penutupan, berlangsung seminar kecil untuk konfirmasi berita acara, di mana asesor menyampaikan hasil sementara dari proses asesmen yang telah dilakukan. Seminar ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Tim Borang, serta seluruh dosen PBSI. Dalam sesi ini, dilakukan klarifikasi terkait berbagai temuan selama asesmen lapangan, serta pembahasan lebih lanjut mengenai kekuatan dan peluang program studi dalam mencapai akreditasi unggul.
Acara penutupan akreditasi menjadi momen reflektif bagi seluruh pihak yang terlibat.
Dengan berakhirnya proses asesmen lapangan, seluruh dosen, staf, dan mahasiswa PBSI merasa optimis terhadap hasil yang akan diperoleh. Upaya kolektif dari berbagai pihak menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan. Akreditasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mengukuhkan posisi PBSI UPR sebagai program studi berkualitas, yang mampu mencetak lulusan kompeten di bidang kebahasaan dan sastra Indonesia. (TESTI PRISCILLA/H)









