PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Program penulisan buku cerita anak tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah telah menarik perhatian para penulis dari berbagai daerah. Dari total 132 naskah yang didaftarkan, hanya 70 naskah yang berhasil lolos seleksi dan berkesempatan mengikuti lokakarya sebagai tahap lanjutan dalam pengembangan karya mereka.

Koordinator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional atau KKLP Penerjemahan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Rensi Sisilda, menyampaikan bahwa lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas cerita anak yang akan diterbitkan.

“Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik untuk memperdalam pemahaman tentang teknik penulisan serta penyuntingan naskah,” kata Rensi dalam gelaran kegiatan daring pada Kamis, 15 Mei 2025.

Lokakarya tersebut diselenggarakan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan secara daring pada 14-17 Mei 2025, para peserta akan mendapatkan berbagai materi dari narasumber ahli mengenai teknik menulis cerita yang menarik serta pengembangan karakter dalam cerita anak. Sesi ini memberikan fleksibilitas bagi peserta dari berbagai daerah untuk berpartisipasi tanpa harus hadir secara langsung.

Selanjutnya, tahap lokakarya secara luring akan diadakan pada 21-24 Mei 2025 di Palangka Raya. Pada sesi tatap muka ini, peserta akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan diskusi lebih mendalam dengan mentor, serta secara langsung menyusun dan memperbaiki naskah mereka sebelum diproses lebih lanjut untuk penerbitan.

--page

Menurut Rensi Sisilda, antusiasme para penulis sangat tinggi dalam mengikuti program ini. “Jadi ada 70 naskah yang lolos namun hanya ada 60 penulis yang terlibat karena memang ada beberapa penulis yang mengirimkan lebih dari satu naskah, ada yang dua, ada yang tiga dan itu lolos semua karena memang layak dan bagus,“ terangnya.

Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap penulisan cerita anak semakin berkembang dan semakin banyak penulis yang ingin berkontribusi dalam memperkaya literatur anak Indonesia dengan karya-karya berkualitas.

Program ini menjadi bagian dari upaya Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendukung pengembangan sastra anak.

“Diharapkan dari lokakarya ini akan lahir buku-buku cerita anak yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai edukatif serta membangun karakter positif bagi pembaca muda,“ tutur Rensi. (TESTI PRISCILLA/Y)