BORNEONEWS, Kotawaringin Barat - Bupati Kotawaringin Barat, Bambang Purwanto menyampaikan kepada pihak Kesbangpol Kobar, anggaran Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kobar, terbilang minim. Ia mengaku tahu, karena pernah menjabat Kepala BNNK Kobar, saat masih menjadi Wakil Bupati Kobar.
"Tolong diperhatikan anggaran untuk BNNK ini ya, saya tahu seperti apa di dalamnya karena saya pernah menjabat sebagai kepalanya," ujar Bupati Kobar, Bambang Purwanto, di Aula Pemda Kobar, di Pangkalan Bun, Kamis (13/10/2016).
Bambang mengatakan, anggaran yang dimiliki oleh BNNK Kobar tiap tahunnya tidak lebih dari Rp300 juta. "Memang anggarannya kecil, pemerintah daerah melalui Kesbangpol sudah saya perintahkan untuk memberikan dukungan."
Bambang juga mengatakan, sarana dan prasarana BNNK Kobar cukup menghawatirkan, kemudian transportasi operasionalnya juga masih terbatas. "Bagaimana mau berperang kalau amunisinya tidak ada. Ya idealnya harus memadai untuk sarana prasarana dan pendukung lainnya supaya hal itu tidak menjadi penghalang tugas BNNK."
Kepala BNNK Kobar, AKBP I Wayan Korna yang siang tadi baru dilantik mengharapkan dukungan Pemda setempat. Terlebih, jumlah anggota BNNK juga terbatas. "Untuk anggota kita hanya memiliki 15 orang, idealnya untuk Kabupaten Kobar sekitar 50 orang."
Apalagi, tambahnya, Kobar memiliki pelabuhan, bandara, dan jalan darat yang menghubungkan perbatasan provinsi. "Kobar merupakan lokasi bagus sebagai jalan masuk peredaran narkoba lintas provinsi. Ini merupakan PR besar untuk memberantas sindikat narkoba bagi BNNK dan pihak kepolisian serta yang lainnya. Anggaran memang penting."
Ia sependapat dengan Bupati Kobar, dimana peredaran narkoba di Kabupaten Kobar sudah sangat luar biasa. Bahkan, pengedar narkoba ini sudah menjarah ke ibu-ibu rumah tangga. "Di Kobar ini, ibu rumah tangga sudah jadi pengedar narkoba, peredaran narkoba di Kabupaten ini sudah darurat," kata dia. (CECEP HERDI/N).








