PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Poltekkes Kementerian Kesehatan Palangka Raya dalam menyelenggarakan sosialisasi layanan serta pendampingan pendaftaran dan pengujian Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia atau UKBI Adaptif.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya akademisi, akan pentingnya kemahiran berbahasa Indonesia.

Dalam kegiatan ini, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau, turut hadir dan memberikan sambutan. Wakil Direktur II Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Nang Randu Utama, juga menyambut baik inisiatif tersebut dan membuka acara secara resmi.

"Hari pertama sosialisasi mencakup pengenalan terhadap Balai Bahasa Kalimantan Tengah, termasuk layanan yang tersedia bagi masyarakat," kata Sukardi dalam rilisnya pada Selasa, 27 Mei 2025.

Peserta juga mendapatkan pendampingan dalam proses pendaftaran UKBI Adaptif, sebuah instrumen resmi yang digunakan untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia.

"Pada hari kedua, tes UKBI Adaptif digelar dan diikuti oleh mahasiswa serta dosen Poltekkes Palangka Raya. Ujian ini mengukur tiga aspek utama, yaitu kemampuan mendengarkan, merespons kaidah bahasa, dan membaca," katanya.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan semakin memahami pentingnya penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

"Kemahiran tersebut menjadi modal utama dalam pengembangan kompetensi diri, terutama di dunia akademik dan profesional," tutur Sukardi lagi. (TESTI PRISCILLA/H)