BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil deteksi dini Pemetaan Risiko Berbasis Analisa Dini (Perisai) per tanggal 10 Juni 2025, sebagian besar wilayah kota menunjukkan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah pada level tinggi (berwarna kuning).
Bahkan, beberapa wilayah lain terdeteksi memiliki tingkat kemudahan terbakar pada level sangat tinggi (berwarna merah). Kondisi ini mengindikasikan peningkatan risiko karhutla di Kota Palangka Raya. Walaupun ada beberapa wilayah dengan level sedang (hijau) dan aman (biru), kewaspadaan tetap harus diutamakan.
Plt Kepala BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia menjelaskan bahwa data Perisai ini penting untuk upaya pencegahan karhutla.
Masyarakat dapat memantau secara berkala kondisi risiko karhutla di Kota Palangka Raya melalui website Perisai.
"Informasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam melakukan langkah-langkah pencegahan dan antisipasi," ungkap Budi, Selasa, 10 Juni 2025.
Untuk memudahkan pemantauan, masyarakat dapat mengakses website resmi BPBD Palangka Raya di bpbd.palangkaraya.go.id/perisai. Website ini menyediakan informasi terkini mengenai peta risiko karhutla.
BPBD Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk proaktif dalam mencegah karhutla. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk meminimalisir risiko kebakaran hutan dan lahan di Kota Palangka Raya.
"Untuk mencegah Karhutla diperlukan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat," pungkasnya. (PATHUR/H)









