BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Sepanjang Januari hingga Mei 2025, OJK Kalteng telah melaksanakan sebanyak 53 kegiatan yang menjangkau 4.941 peserta dari berbagai kalangan.
Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis (PEPK dan LMSt) OJK Kalteng, Andrianto Suhada menjelaskan bahwa dari total kegiatan tersebut, sebagian besar berfokus pada edukasi keuangan.
“Tercatat sebanyak 41 kegiatan atau 77 persen diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan,” ujarnya pada Selasa, 17 Juni 2025.
Menurutnya, kegiatan edukasi ini menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pelaku UMKM. Edukasi mencakup topik-topik penting seperti pengelolaan keuangan pribadi, cara mengenali pinjaman online ilegal, hingga pentingnya menabung dan berinvestasi yang aman.
Selain itu, OJK Kalteng juga menggelar tujuh kegiatan di bidang kehumasan, kemitraan, dan publikasi, yang berkontribusi sebesar 13 persen dari total kegiatan.
“Kegiatan ini penting untuk membangun kemitraan strategis dengan pemangku kepentingan serta meningkatkan kesadaran publik terhadap peran dan fungsi OJK,” tambah Andrianto.
Tak kalah penting, sebanyak lima kegiatan lain difokuskan pada program inklusi keuangan, mencakup 9 persen dari keseluruhan aktivitas. Program ini menyasar wilayah-wilayah yang sulit dijangkau layanan keuangan formal, guna mendorong masyarakat agar lebih akrab dan percaya pada sistem keuangan nasional.
“Kami berharap melalui serangkaian program ini, masyarakat Kalteng bisa semakin cakap keuangan dan terlindungi dari praktik-praktik keuangan yang merugikan,” tutup Andrianto.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen OJK dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor jasa keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/H)









