PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansah Andrias, mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan sikap cinta, bangga, dan paham terhadap Rupiah, serta menjaga fisik uang dengan baik sebagai bentuk kecintaan terhadap simbol negara.

Dalam berbagai kesempatan, Yuliansah menekankan bahwa Rupiah bukan hanya sekadar alat tukar, tetapi juga mencerminkan jati diri bangsa dan kedaulatan Republik Indonesia.

"Marilah kita simpan dan jangan rusak Rupiah. Ini adalah bentuk nyata dari sikap cinta dan bangga kita terhadap mata uang sendiri. Menjaga uang tetap layak edar adalah tanggung jawab kita bersama," ujar Yuliansah, Kamis 19 Juni 2025.

Ia menjelaskan, program edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah yang dijalankan oleh Bank Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan Rupiah secara bijak dan bertanggung jawab. 

Gerakan ini juga mendorong masyarakat untuk memahami fungsi uang dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mencegah penyalahgunaan mata uang.

“Cinta Rupiah berarti merawat uang agar tidak cepat rusak. Bangga Rupiah berarti menggunakan uang kita sendiri dalam setiap transaksi. Dan paham Rupiah artinya memahami peran uang dalam perekonomian,” tambahnya.

Yuliansah mengimbau agar masyarakat tidak melipat, mencoret, atau merusak uang, serta menyimpannya di tempat yang aman dan layak. 

Menurutnya, uang yang terawat dengan baik akan lebih lama beredar dan efisien bagi sistem keuangan negara.

Bank Indonesia akan terus mendorong edukasi CBP Rupiah hingga ke pelosok daerah di Kalimantan Tengah melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi, festival Rupiah, dan kerja sama dengan sekolah serta komunitas lokal. (MARINI/H)