BORNEONEWS, Palangka Raya - Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi sebesar 0,32 persen secara month-to-month atau m-to-m pada Juni 2025. Angka ini menempatkan Kalteng di posisi ke-12 tertinggi secara nasional dalam hal inflasi bulanan.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, dalam pemaparan Berita Resmi Statistik yang digelar pada Selasa, 1 Juli 2025.
"Inflasi m-to-m sebesar 0,32 persen ini menunjukkan adanya tekanan harga yang cukup signifikan di Kalimantan Tengah, meskipun masih dalam batas yang terkendali," ujar Agnes yang didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko dalam penyampaiannya.
Ia menambahkan bahwa inflasi ini dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sejumlah komoditas kebutuhan pokok dan transportasi.
Secara year-on-year atau y-on-y, Kalimantan Tengah mencatat inflasi sebesar 1,06 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender atau year-to-date/y-to-d tercatat sebesar 1,08 persen. Menurut Agnes, angka ini menunjukkan bahwa secara tahunan, tekanan inflasi di Kalteng relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional.
Di tingkat nasional, inflasi m-to-m pada Juni 2025 tercatat sebesar 0,19 persen. Sedangkan inflasi y-on-y mencapai 1,87 persen.
"Jika dibandingkan dengan angka nasional, inflasi di Kalimantan Tengah secara tahunan masih lebih rendah, yang menunjukkan stabilitas harga yang cukup baik di wilayah ini," jelasnya.
Agnes menambahkan bahwa beberapa komoditas yang memberikan andil besar terhadap inflasi di Kalteng antara lain beras, cabai rawit, dan tarif angkutan udara.
"Kenaikan harga beras dan cabai rawit cukup konsisten dalam beberapa bulan terakhir, sementara tarif angkutan udara meningkat seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat menjelang libur sekolah," katanya.
Meski demikian, BPS Kalteng menilai bahwa inflasi yang terjadi masih dalam batas wajar dan terkendali.
"Kami akan terus memantau perkembangan harga dan bekerja sama dengan instansi terkait untuk menjaga kestabilan harga di daerah," tutur Agnes. (TESTI PRISCILLA/H)









