BORNEONEWS, Palangka Raya — Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, menyampaikan bahwa penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) semakin mempermudah proses pembayaran di tingkat warung-warung kecil, baik bagi penjual maupun pembeli.
Menurut Yuliansah, adopsi QRIS di sektor usaha mikro seperti warung kelontong dan pedagang kaki lima telah memberikan kemudahan dan efisiensi dalam transaksi sehari-hari. Pembeli tak perlu lagi membawa uang tunai, sementara penjual bisa menerima pembayaran secara digital dengan cepat dan aman.
“QRIS menyederhanakan proses pembayaran. Cukup satu kode QR, semua aplikasi pembayaran digital bisa digunakan. Ini sangat praktis, efisien, dan menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Yuliansah, Senin, 14 Juli 2025.
Ia menambahkan bahwa penggunaan QRIS juga mendorong inklusi keuangan di Kalimantan Tengah, karena pelaku UMKM menjadi lebih terbuka terhadap sistem keuangan digital, serta memungkinkan mereka untuk tercatat secara resmi dalam ekosistem ekonomi nasional.
Selain manfaat efisiensi, QRIS juga dinilai mampu membantu pelaku usaha kecil dalam melakukan pencatatan transaksi yang lebih rapi dan transparan, yang pada gilirannya mendukung akses terhadap layanan keuangan seperti pinjaman usaha dan pembinaan UMKM.
--page
“Kami terus mendorong adopsi QRIS di berbagai sektor, termasuk pasar tradisional dan warung, agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat ekonomi digital,” jelasnya. (MARINI/y)









