BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah, berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya, menggelar pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
Kegiatan yang berlangsung di kantor BPKP Kalteng, Jalan Adonis Samad No.18, Palangka Raya, diikuti oleh 50 pegawai internal BPKP. Pelatihan ini merupakan respons atas permintaan resmi BPKP Kalteng untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di lingkungan kerja.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Bidang Pencegahan Disdamkarmat Palangka Raya ini bertujuan memberikan pemahaman teoritis dan keterampilan praktis dalam mencegah dan menangani kebakaran.
Materi pelatihan dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan kemampuan untuk menghadapi berbagai skenario kebakaran, khususnya di lingkungan perkantoran. Pentingnya kesiapsiagaan dini dan penanganan cepat menjadi fokus utama pelatihan ini.
"Salah satu materi penting yang disampaikan adalah teknik penanganan dan mitigasi kebakaran menggunakan alat tradisional, seperti karung basah sebagai langkah pertolongan pertama sebelum bantuan profesional tiba," ungkap Kepala Disdamkarmat Palangka Raya Gloriana Aden, Minggu, 3 Agustus 2025.
Peserta juga dibekali pengetahuan tentang penanggulangan kebakaran akibat kebocoran tabung gas elpiji, termasuk identifikasi potensi bahaya, pencegahan dini, dan prosedur penanganan darurat yang tepat. Materi ini sangat relevan mengingat potensi bahaya kebakaran yang sering terjadi di lingkungan perkantoran.
Teknik operasional dan perawatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) juga menjadi fokus pelatihan. Peserta diajarkan tentang klasifikasi jenis APAR berdasarkan jenis api, tata cara penggunaan yang benar dan aman, serta pentingnya pemeriksaan dan perawatan rutin. Keterampilan ini sangat krusial dalam penanganan awal kebakaran sebelum tim pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Selain teori, pelatihan juga dilengkapi dengan sesi praktik langsung di lapangan. Hal ini bertujuan untuk memperkuat keterampilan peserta dalam menangani situasi kebakaran secara mandiri, memberikan pengalaman langsung dalam menerapkan pengetahuan yang telah diterima.
"Simulasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan peserta dalam menghadapi situasi darurat," pungkasnya. (PATHUR/y)









