BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan kegiatan Pemantauan Revitalisasi Bahasa Daerah atau RBD di Kabupaten Sukamara.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memastikan pelaksanaan program RBD berjalan sesuai tahapan dan berdampak nyata di satuan pendidikan. Tim pemantau mengunjungi empat sekolah, yaitu SDN Mendawai 3, SDN Mendawai 4, SMPN 1 Sukamara, dan SMP Muhammadiyah.
Kegiatan pemantauan dilakukan oleh tiga personel Balai Bahasa, yakni Yohanes Tri Nugroho, Farhan Rusli Fadloli, dan Kurniadi, serta didampingi oleh Koordinator Guru Utama Kabupaten Sukamara.
Mereka meninjau langsung proses pengimbasan yang telah dilakukan oleh guru utama kepada guru kelas dan peserta didik, sebagai bagian dari implementasi RBD di sekolah.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau, menyampaikan bahwa pemantauan ini bukan sekadar evaluasi teknis, tetapi juga bentuk penguatan komitmen terhadap pelestarian bahasa daerah.
“Bahasa daerah bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga identitas budaya dan jati diri bangsa. Melalui RBD, kita berupaya menghidupkan kembali bahasa ibu di ruang-ruang pendidikan,” kata Sukardi pada Minggu, 31 Agustus 2025.
Menurut Sukardi, hasil pemantauan menunjukkan bahwa sekolah-sekolah di Sukamara telah menjalankan pengimbasan dengan baik. Guru utama telah membimbing guru kelas dalam menerapkan pembelajaran bahasa daerah, dan siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami mengapresiasi semangat para guru dan siswa. Ini menandakan bahwa revitalisasi bahasa daerah mendapat dukungan kuat dari komunitas pendidikan,” tambahnya.
Selain itu, Sukardi menekankan pentingnya kolaborasi antara Balai Bahasa, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan dalam menjaga keberlanjutan program. Ia berharap agar praktik baik yang ditemukan di Sukamara dapat menjadi inspirasi bagi kabupaten lain di Kalimantan Tengah.
“Revitalisasi ini harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya program sesaat,” tegasnya.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat peran strategisnya dalam menjaga warisan linguistik lokal. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, RBD diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap berbahasa, tetapi juga bangga terhadap akar budayanya. (TESTI PRISCILLA/H)









