BORNEONEWS, Palangka Raya - GAPKI Cabang Kalimantan Tengah menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) 2025 pada Kamis, 18 September 2025 di Best Western Palangka Raya. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyusun arah program kerja tahun 2026 yang lebih adaptif dan berdampak.
Setelah pembukaan oleh Ketua Panitia Dani Sasono dan sambutan Ketua Cabang Syaiful Panigoro, Ketua Umum GAPKI, Hadi Sugeng, memberikan pembekalan nasional. Ia menekankan pentingnya inovasi dan keberlanjutan dalam menghadapi dinamika industri kelapa sawit.
Pemilihan pimpinan sidang dilakukan secara terbuka dan demokratis, menghasilkan tim yang dipercaya untuk memimpin jalannya diskusi dan pengambilan keputusan. Sidang kemudian berlanjut dengan pemaparan laporan kinerja dan keuangan.
Au Rizky Djaya menyampaikan laporan kinerja organisasi selama satu tahun terakhir, mencakup pelaksanaan program, capaian target, dan evaluasi kegiatan. Laporan ini menjadi bahan refleksi penting bagi anggota GAPKI Kalteng.
Sugeng Wijayanto memaparkan laporan keuangan yang menunjukkan pengelolaan dana secara efisien dan bertanggung jawab. Ia juga menyampaikan rekomendasi untuk peningkatan sistem akuntabilitas di masa mendatang.
Bernhard R S kemudian menyampaikan rencana program kerja Januari–Desember 2026. Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas anggota, advokasi kebijakan, dan peningkatan citra industri sawit di mata publik.
Diskusi intensif berlangsung sepanjang hari, di mana anggota GAPKI memberikan masukan terhadap rencana kerja dan menyepakati prioritas program. Kesimpulan sidang dirumuskan secara kolektif dan diserahkan kepada pimpinan cabang.
Rakercab ditutup dengan pengukuhan Forum Tenaga Kesehatan GAPKI Kalteng, sebagai bentuk komitmen terhadap aspek sosial dan kesehatan pekerja. Penutupan dilakukan secara resmi pada malam hari, menandai berakhirnya Rakercab yang produktif dan visioner. (TESTI PRISCILLA/y)









