BORNEONEWS, Palangka Raya – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kota Palangka Raya memastikan ketersediaan stok pangan dalam kondisi aman.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, mengatakan hingga saat ini pasokan pangan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Menurutnya, distribusi bahan pokok dari luar daerah masih terjaga, ditambah dengan ketersediaan dari pemasok lokal yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Sejauh ini tidak ada bahan pokok yang mengalami kenaikan harga. Stok juga stabil, baik dari pemasok luar daerah maupun distribusi lokal,” ujarnya, Jumat, 3 Oktober 2025.
Samsul menegaskan, pemerintah terus melakukan pemantauan di lapangan bersama stakeholder terkait untuk memastikan harga tetap terkendali. Pemantauan dilakukan di pasar tradisional maupun ritel modern yang menjadi pusat transaksi masyarakat.
“Kami sudah menugaskan tim untuk terus mengecek ketersediaan stok sekaligus memantau harga, sehingga jika ada gejolak bisa segera diantisipasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, bahan pokok yang menjadi fokus pemantauan antara lain beras, minyak goreng, gula, tepung, telur, serta daging ayam dan sapi. Ketersediaan barang-barang tersebut dinilai krusial karena menjadi kebutuhan utama masyarakat saat perayaan hari besar keagamaan.
Meski saat ini harga masih stabil, pemerintah tetap mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan permintaan jelang Natal dan Tahun Baru. Samsul mengatakan, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan adanya peningkatan konsumsi masyarakat pada momentum akhir tahun, sehingga koordinasi dengan distributor dan pemasok perlu terus diperkuat.
Selain menjaga stabilitas stok dan harga, pihak DPKUKMP juga menyiapkan langkah intervensi pasar apabila ditemukan gejolak harga yang signifikan.
“Jika memang terjadi kenaikan harga yang tidak wajar, operasi pasar akan segera kita lakukan dengan menggandeng Bulog dan pihak lain,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Menurut Samsul, pola belanja yang berlebihan justru dapat memicu terganggunya distribusi dan ketersediaan barang.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, karena stok sampai saat ini masih cukup aman,” tuturnya.
Dengan kesiapan ini, ia berharap momentum Natal dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan lancar tanpa adanya kendala berarti pada pasokan bahan pokok. Pihaknya juga menargetkan kestabilan harga tetap terjaga agar masyarakat bisa merayakan akhir tahun dengan tenang. (MARINI/H)









