PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, di bawah naungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia atau PKBI Tahun 2025 bagi guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Katingan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan memperkuat penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sekaligus menjadi implementasi nyata dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014 tentang Pembinaan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra.

Kegiatan PKBI dilaksanakan secara luring selama empat hari, yakni pada 8–11 September 2025, bertempat di Kasongan, Kabupaten Katingan. Selain itu, sesi daring turut diadakan pada 26 September 2025 sebagai bentuk perluasan akses dan partisipasi. Sebanyak lima puluh peserta yang terdiri atas pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya mengikuti kegiatan ini dengan semangat tinggi dan antusiasme yang membanggakan.

Acara pembukaan dilakukan secara resmi oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan, Arianson. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dalam meningkatkan kompetensi kebahasaan para pendidik.

"Kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini, terutama dalam memperkuat peran bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi ilmiah dan administratif," kata Arianson dalam rilis Balai Bahasa Kalteng pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Arianson juga menekankan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam seluruh aspek pendidikan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam dokumen resmi lembaga. Ia berharap para peserta dapat menjadi teladan dalam penerapan bahasa Indonesia yang sesuai kaidah, serta mampu menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan sejawat di masing-masing institusi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi yang mencakup kaidah kebahasaan, penulisan dokumen resmi, serta praktik berbahasa dalam konteks pendidikan. Para narasumber berasal dari kalangan akademisi dan praktisi bahasa yang berpengalaman, sehingga mampu memberikan wawasan yang mendalam dan aplikatif. Diskusi interaktif dan simulasi turut memperkaya proses pembelajaran selama kegiatan.

Dengan terselenggaranya PKBI 2025 ini, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah berharap dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi kebahasaan para tenaga pendidik. Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam menjaga marwah bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, sekaligus memperkuat identitas kebangsaan di tengah dinamika global. (TESTI PRISCILLA/H)