BORNEONEWS, Muara Teweh – Pemerintah pusat menggiatkan program pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bagi daerah-daerah, namun pengembangan dan pemberdayaan UMKM di Barito Utara dirasa kurang berjalan. Program pengembangan UMKM mestinya digiatkan pemerintah daerah, khususnya Dinas Koperasi dan UMKM, sehingga pembangunan sektor-sektor ekonomi masyarakat dapat berkembang.

"Di Kabupaten Barito Utara sangatlah berlimpah sumber daya alamnya yang dapat dijadikan suatu usaha oleh masyarakat, namun kurangnya pengetahuan dan biaya pengembangan usaha, pengembangan UMKM terkesan sangat lamban," kata anggota DPRD Barito Utara, Henny Roesgiaty Rusli,

Dia menyarankan agar, pemerintah daerah khususnya dinas terkait dapat memberikan penyiluhan dan bimbingan kepada masyarakat untuk pengembangan sektor usaha masyarakat. “saya menyarankan agar pemerintah daerah dapat mendatangkan Dekranasda Pusat dan Kementrian UMKM untuk pembinaan dan pelatihank kepada masyarakat” kata anggota komisi B itu kepada Borneonews, Kamis (17/11/2016) saat ditemui di ruang kerjanya.

Dengan mengundang Dekranasda Pusat dan kementrian UMKM, maka sasaran pelatihan akan lebih banyak dan luas, juga dengan angaran yang lebih kecil dari pada memberangkatkan masyarakat untuk mengikuti sosisalisasi dan peatihan. 

Henny manambahkan, bahwa dalam pengembangan usaha masyarakat perlu memerhatikan ciri khas lokal daerah, seperti kerajinan tangan berbahan rotan yang ada di Kacamatan Gunung Purei. Serta produk-produk yang mengikuti perkembangan jaman juga ramah lingkungan.

Pemerintah juga perlu mendatangkan investor dalam dunia UMKM masyarakat, sehingga hasil kerajinan dan kreatifitas masyarakat dapat ditampung, sehingga menjadikan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan membuka peluang-peluang usaha, namun dengan tetap berciri khas daerah. (RAMADANI/N).