PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kajian Alokasi Beban Pencemaran Sungai Kahayan.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga kualitas air dan kelestarian ekosistem sungai yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Kalteng.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalteng, Joni Harta, menyampaikan bahwa FGD ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber-sumber pencemaran yang mempengaruhi kualitas air Sungai Kahayan.

Selain itu, FGD ini juga menjadi wadah untuk menentukan alokasi beban pencemaran yang aman dan berkelanjutan, sehingga Sungai Kahayan tetap lestari untuk generasi mendatang.

"Sungai Kahayan merupakan sumber air baku bagi masyarakat, serta memiliki nilai ekologis yang sangat penting. Oleh karena itu, kita harus menjaga kualitas airnya agar tetap memenuhi standar kesehatan dan lingkungan," ujar Joni Harta, Rabu, 5 November 2025.

Dalam FGD ini, DLH Kalteng menggandeng berbagai pihak terkait, mulai dari akademisi, praktisi lingkungan, perwakilan industri, hingga tokoh masyarakat. Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan dapat memberikan perspektif yang komprehensif dalam upaya pengendalian pencemaran Sungai Kahayan.

Joni Harta menambahkan bahwa komitmen bersama dari seluruh pihak sangat penting dalam mencapai tujuan pengendalian pencemaran air. Ia berharap, melalui FGD ini, dapat dihasilkan rekomendasi yang konkret dan implementatif untuk menjaga kelestarian Sungai Kahayan.

"Kami berharap, melalui FGD ini, kita dapat merumuskan langkah-langkah strategis yang dapat kita lakukan bersama-sama untuk menjaga kualitas air Sungai Kahayan. Mari kita jaga sungai kita, demi keberlangsungan hidup kita dan generasi mendatang," pungkasnya. (PATHUR/H)