BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan kegiatan Pengukuran Kebermanfaatan Hasil Penerjemahan Buku Cerita Anak Dwibahasa Kalimantan Tengah pada 21, 24, dan 25 November 2025. Kegiatan ini digelar di tiga sekolah yang berbeda, yaitu SDN 1 Tumbang Tahai, SDN 3 Tangkiling, dan SDN 1 Banturung.
Sebanyak 30 siswa di setiap sekolah menjadi responden dan mendapatkan kesempatan membaca buku cerita anak yang telah diterjemahkan ke dalam dua bahasa. Setelah membaca, para siswa mengisi kuesioner untuk menilai tingkat pemahaman dan kebermanfaatan isi buku tersebut sesuai usia mereka.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya penting dalam memastikan bahwa buku-buku dwibahasa yang telah disusun benar-benar memberi dampak positif bagi perkembangan literasi anak.
“Kami ingin mengetahui apakah bahasa yang digunakan mudah dipahami oleh anak-anak serta apakah cerita yang disampaikan menarik bagi mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa respons langsung dari pembaca usia anak sangat diperlukan dalam pengembangan buku berikutnya.
“Masukan dari siswa akan menjadi bahan evaluasi agar ke depan buku, baik dari aspek bahasa maupun isi cerita lebih berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pembaca di tingkat sekolah dasar,” tutur Sukardi.
Sepanjang pelaksanaan kegiatan, anak-anak terlihat antusias dan aktif menyampaikan komentar terkait isi buku. Mereka juga memberikan kesan serta pesan yang menggambarkan ketertarikan terhadap alur cerita dan ilustrasi yang disajikan di dalam buku dwibahasa tersebut.
Sukardi berharap kegiatan ini tidak hanya mengukur kebermanfaatan buku yang ada, tetapi juga mendorong minat baca dan kecintaan siswa terhadap literasi berbahasa Indonesia dan bahasa daerah.
“Kami ingin literasi berkembang seiring pelestarian budaya lokal, khususnya melalui cerita anak yang dekat dengan kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah,” pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









