PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - GAPKI Kalimantan Tengah meminta seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah tersebut mempercepat pembangunan kebun kemitraan atau plasma yang melibatkan masyarakat. Upaya ini dinilai penting untuk memperluas manfaat perkebunan bagi perekonomian lokal.

Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalteng, Rawing Rambang, menyebut saat ini mayoritas anggota GAPKI telah menjalankan program kemitraan.

“Hampir semua anggota GAPKI dari 122 anggota itu sudah memiliki kebun kemitraan ataupun plasma,” terang Rawing pada Jumat, 28 November 2025.

Kemitraan tidak hanya sebatas pembangunan kebun, namun mencakup peluang ekonomi lain bagi masyarakat. Rawing mencontohkan keterlibatan warga dalam penyediaan sembako, angkutan CPO, hingga pasokan bahan pangan seperti ikan dan telur.

“Banyak program-program kemitraan yang bisa dikembangkan. Dan di Kalimantan Tengah sudah banyak itu kita lakukan,” kata Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng ini.

Ia berharap perusahaan yang belum memiliki kebun plasma segera mempercepat realisasinya. GAPKI, kata Rawing, siap mendukung koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan program berjalan sesuai aturan.

Menurutnya, kepala daerah memegang peran penting dalam proses ini karena berkaitan langsung dengan penerbitan perizinan.

“Semua izin, baik SK CPCL maupun SK kemitraan, berasal dari bupati kepala daerah,” tegas Rawing.

GAPKI Kalteng menilai percepatan pembangunan kebun plasma akan memperkuat posisi masyarakat sebagai mitra strategis industri sawit. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari perkebunan dapat dirasakan lebih merata di daerah penghasil. (TESTI PRISCILLA/y)