PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kelompok pakaian dan alas kaki di Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi tahunan atau year-on-year sebesar 0,08 persen pada November 2025. Hal ini disampaikan Ketua Tim Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, M Taufiqurrahman pada Jumat, 5 Desember 2025.

"Kenaikan inflasi ini terjadi seiring meningkatnya indeks harga dari 102,74 pada November 2024 menjadi 104,67 pada November 2025," kata Taufiq.

Ia menjelaskan, meski inflasi di kelompok ini tergolong rendah, pergerakan harga tidak terjadi secara merata.

“Subkelompok pakaian menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan 2,44 persen secara y-on-y, sedangkan subkelompok alas kaki justru mengalami deflasi 0,42 persen,” tambah Taufiq.

Taufiq melanjutkan, kontribusi kelompok pakaian dan alas kaki terhadap inflasi umum juga relatif kecil. Pada November 2025, kelompok ini tercatat memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,08 persen.

“Andilnya memang tidak besar, namun tetap menunjukkan adanya peningkatan permintaan dan penyesuaian harga pada komoditas tertentu,” ujarnya lagi.

Beberapa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi tahunan di antaranya baju stelan anak, baju muslim wanita, baju muslim anak, ongkos binatu/laundry, baju muslim pria, dan celana panjang jeans pria. Masing-masing komoditas tersebut menyumbang 0,01 persen terhadap inflasi y-on-y kelompok ini.

Taufiqurrahman menambahkan, meski terjadi inflasi tahunan, perkembangan harga pada November 2025 tidak berdampak signifikan secara bulanan. (TESTI PRISCILLA/H)