PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar Seminar Kesehatan Mental untuk perempuan yang dirangkai dengan Kelas Healing Batch #1 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya kesehatan mental.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta, melampaui target awal sebanyak 25 orang, dan menunjukkan besarnya minat perempuan terhadap edukasi kesehatan jiwa. Seminar ini difokuskan untuk memberikan pemahaman kepada perempuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental serta mendorong penghapusan stigma negatif yang masih kerap muncul di tengah masyarakat. 

Selain itu, peserta dibekali kemampuan dasar untuk mengenali gejala stres dan kecemasan yang berpotensi memengaruhi peran perempuan dalam keluarga maupun lingkungan sosial.

Bupati Kobar, Nurhidayah menyampaikan, kesehatan mental merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, perempuan memiliki posisi yang sangat strategis karena berperan sebagai pilar keluarga, pendidik pertama anak-anak, sekaligus penggerak perubahan di lingkungan sekitarnya.

“Menjaga kesehatan mental bukanlah bentuk kelemahan, melainkan wujud kepedulian terhadap diri sendiri dan keluarga,” ujarnya, Sabtu, 20 Desember 2025.

Ia menegaskan, bahwa beban peran yang dijalani perempuan saat ini semakin kompleks. Di balik keteguhan yang tampak, perempuan kerap menghadapi kelelahan fisik dan emosional yang tidak selalu terlihat. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental harus dipahami sebagai bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Nurhidayah juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kobar untuk terus mendukung program edukasi dan layanan kesehatan mental. Pemerintah daerah berupaya menciptakan ruang aman bagi perempuan melalui program pemberdayaan, peningkatan kesejahteraan keluarga, serta perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan psikologis.

“Bagi perempuan, khususnya para ibu, kesehatan mental memiliki peran yang sangat strategis karena perempuan adalah pilar keluarga, pendidik pertama bagi generasi penerus, sekaligus agen perubahan di lingkungan sosialnya,” tambah Nurhidayah. 

Kemudian, Nurhidayah mengajak seluruh perempuan untuk terus berdaya, mengembangkan potensi diri, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah. 

Ia menekankan, bahwa perempuan dengan kondisi mental yang sehat akan menjadi kekuatan penting dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan masyarakat yang tangguh.

Kegiatan ini tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga dilengkapi dengan kelas healing yang memberi ruang refleksi dan pemulihan bagi peserta. Melalui sesi tersebut, peserta diajak berbagi pengalaman, belajar mengelola emosi, serta membangun dukungan satu sama lain dalam suasana yang hangat dan empatik.

Forum PUSPA Kobar sebagai leading sector menyatakan bahwa seminar dan kelas healing ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung pemberdayaan dan perlindungan perempuan, khususnya di bidang kesehatan mental. 

Peringatan Hari Ibu melalui pendekatan ini dinilai relevan dengan tantangan perempuan masa kini dan diharapkan dapat berlanjut dalam program-program serupa di masa mendatang. (NURITA/y)