PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menutup tahun 2025 dengan peluncuran 70 buku cerita anak dwibahasa yang digelar di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya baru-baru ini.

Kepala Balai Bahasa Kalteng, Sukardi Gau, menegaskan bahwa penerbitan buku ini merupakan wujud komitmen lembaga dalam memperkuat bahasa Indonesia sekaligus melestarikan bahasa daerah.

“Kami ingin anak-anak tumbuh dengan kecintaan pada bahasa ibu, namun tetap kokoh dengan bahasa negara,” kata Sukardi kepada Borneonews pada Selasa, 30 Desember 2025.

Buku cerita tersebut ditulis dalam bahasa Dayak Ngaju, Bakumpai, Maanyan, Katingan, Sampit, dan Melayu Kotawaringin. Menurut Sukardi, keberagaman bahasa ini menjadi kekayaan yang harus terus dirawat.

“Bahasa daerah adalah identitas, dan bahasa Indonesia adalah perekat bangsa,” tambahnya.

Selain memperkenalkan bahasa daerah, buku ini juga mengusung pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics). Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan minat baca sekaligus memperkenalkan konsep sains sederhana kepada anak-anak.

Sukardi menekankan bahwa seluruh proses, mulai dari lokakarya penulisan, penerjemahan, penyuntingan, hingga uji keterbacaan, dilakukan secara ketat agar buku benar-benar bermanfaat.

“Kami ingin masyarakat mendapatkan bacaan gratis yang berkualitas,” katanya.
Dengan peluncuran ini, Balai Bahasa Kalteng berharap literasi anak di Kalimantan Tengah semakin meningkat.

“Gaung Trigatra Bangun Bahasa harus terus bergema: Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing,” tutur Sukardi.(TESTI PRISCILLA/H)