BORNEONEWS, Sampit - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menyatakan program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) bertujuan memperkuat kesiapsiagaan, mitigasi dan respons bencana di tingkat kecamatan.
“Kencana itu menjadi bagian dari akselerasi dan perpanjangan tangan dalam penanggulangan bencana di basis Kecamatan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam di Sampit, Sabtu.
Program ini diharap mampu meningkatkan kemandirian masyarakat dan mempercepat kehadiran pemerintah saat terjadi keadaan darurat dengan mengoptimalkan peran camat serta seluruh pemangku kepentingan setempat.
Disebutkan, salah satu tantangan utama dalam penanganan bencana adalah luasnya wilayah Kotim yang membuat tim BPBD terkadang memerlukan waktu untuk mencapai lokasi.
Ia menekankan, kehadiran pemerintah dalam bencana dituntut cepat. Program Kencana menekankan peran aktif kecamatan dalam persiapan dan menghadapi situasi bencana, diimbangi pengetahuan tambahan yang diberikan BPBD.
Misalnya saat banjir, mereka bisa menghimpun data, menilai kerugian dan kerusakan secara mandiri sebelum BPBD tiba di lokasi. Dengan begitu, kecamatan bisa seiring dengan BPBD sehingga sinergis dalam penanganan kebencanaan.
Ia mengakui pelaksanaan program ini di Kotim agak terlambat, tetapi sebelumnya pihaknya juga telah melaksanakan program Desa Tangguh Bencana (Destana) yang bisa dirangkum ke tingkat kecamatan agar membentuk Kencana yang lebih aktif.
Dengan mengaktifkan Kencana di level kecamatan juga diharapkan pertumbuhan Destana di desa-desa akan semakin masif dan terkoordinasi dengan baik.
Ia menambahkan, Program Kencana ini akan mulai diperkenalkan pada saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang dijadwalkan pada Januari 2026 mendatang.
“Untuk tahap awal, kami mendorong beberapa kecamatan terlebih dahulu sebagai pilot project,” imbuhnya.
Sebagai penunjang teknis, BPBD Kotim juga akan mendistribusikan peta tematik yang disesuaikan dengan karakteristik kerawanan masing-masing wilayah di Kotim.
Wilayah selatan fokus pada ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), wilayah utara fokus pada ancaman banjir dan wilayah tengah fokus ganda pada ancaman banjir dan karhutla.
ANTARA









