SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Perusahaan sawit berpartisipasi aktif dalam Sampit Expo 2026 dengan menampilkan produk UMKM binaannya yang bertemakan kearifan lokal. Acara yang digelar selama delapan hari di Stadion 29 Nopember Sampit ini merupakan rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ke-73.

“Tema kami kearifan lokal yang melibatkan UMKM binaan. Produk semua yang dipamerkan dari klaster olahan pangan dan kerajinan tangan yang mengangkat kearifan lokal, " kata Koordinator CSR Kalteng BGA Group Widiyanto Singgih, Kamis, 8 Januari 2026.

Ia menambahkan bahwa UMKM yang dibina oleh pihaknya tersebar di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Cempaga, Cempaga Hulu, Antang Kalang, Telaga Antang, dan Tualan Hulu.

“Kami melakukan pembinaan terhadap masyarakat yang ada di sekitar kebun kami,” ujarnya.

Semua kegiatan pembinaan tersebut difasilitasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BGA Group yang mencakup pendampingan, pemberian modal, hingga pemasaran produk.

Program pembinaan UMKM ini telah berjalan cukup lama, namun efektivitasnya baru mulai terasa dalam tiga tahun terakhir. Ia menambahkan produk olahan pangan UMKM mereka terjaga kualitasnya bahkan sebagian besar sudah tersertifikasi halal. 

"Untuk kerajinan tangan juga diperhatikan bahan bakunya, sehingga hasil kerajinannya memiliki kualitas bagus," imbuhnya. 

BGA Group merupakan satu-satunya perusahaan di bidang perkebunan kelapa sawit di Kotim yang rutin mengikuti Sampit Expo. Menurut Widiyanto, dengan aktif mengikuti kegiatan semacam Sampit Expo salah satu cara memperkenalkan produk olahan UMKM binanaannya ke masyarakat luas. 

“Kami melihat Sampit Expo sebagai salah satu cara yang mampu mengakomodir keinginan UMKM binaan kami untuk memasarkan produk mereka. Ini juga menjadi media perkenalan produk ke masyarakat luas, tidak hanya di tingkat kecamatan tapi juga di Kabupaten,” jelasnya.

Melalui partisipasi aktif di Sampit Expo 2026, BGA Group berharap dapat terus mendorong pertumbuhan UMKM lokal sekaligus mengangkat potensi kearifan lokal yang dimiliki Kotawaringin Timur sebagai identitas daerah yang unik. (DEVIANA/H)