BORNEONEWS, Sampit - Kesulitan air bersih masih menjadi persoalan utama di wilayah pesisir Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim telah menyalurkan bantuan pasokan air bersih di dua desa yang terdampak, yakni Desa Bagendang Permai dan Desa Regei Lestari.
“Hari ini kami berangkatkan lima mobil tangki air bersih ke Desa Regei Lestari. Permintaan pengajuan sebanyak 20 ribu liter, tetapi kami siapkan 22 ribu liter,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, Jumat, 30 Januari 2026.
Sebelumnya, Kamis lalu BPBD Kotim telah menyalurkan 22.000 liter air bersih ke Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, atas permintaan resmi yang ditandatangani ketua RT, kepala desa, dan camat setempat.
Untuk Desa Regei Lestari, Kecamatan Teluk Sampit, pasokan air bersih sebanyak 22.000 liter juga telah tiba Jumat pagi berdasarkan surat resmi yang ditandatangani Camat Teluk Sampit, Rida Iswandi. Permintaan ini dilatarbelakangi oleh kesulitan air bersih yang dialami sekitar 77 kepala keluarga di desa tersebut, yang mayoritas bukan pelanggan air bersih Perumdam Tirta Mentaya Sampit.
Krisis air bersih ini terjadi dalam konteks menurunnya intensitas dan curah hujan selama dua pekan terakhir yang menandai awal musim kemarau. Selain itu, kebakaran lahan juga mulai terjadi dan memperparah kondisi masyarakat di beberapa lokasi. Wilayah selatan Kabupaten Kotim, khususnya Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan, menjadi wilayah yang sangat terdampak.
Banyak sumur di daerah ini mengalami kekeringan, dan air sungai mulai payau akibat intrusi air laut yang masuk ke alur Sungai Mentaya. Pemerintah daerah sebenarnya telah berupaya memperluas jaringan instalasi air bersih melalui Perumdam Tirta Mentaya sampai ke Desa Parebok, Kecamatan Teluk Sampit. Namun, tidak semua warga dapat berlangganan air bersih dari perusahaan daerah tersebut, sehingga kesulitan air saat kemarau sulit dihindari.
“Tadi malam kami komunikasi dengan Camat Teluk Sampit, di daerah Ujung Pandaran memang ada hujan, tetapi cuma sebentar saja. Mudah-mudahan kesulitan air bersih dan kebakaran hutan dan lahan ini segera berlalu,” ujarnya.
Upaya penyaluran air bersih ini merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah melalui BPBD dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak dan sebagai respons cepat terhadap kondisi krisis air yang masih berlangsung di kabupaten itu. (DEVIANA/y)









