BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Eksekutif Gapki Cabang Kalteng, Rawing Rambang, menegaskan bahwa kelapa sawit memiliki produktivitas jauh lebih tinggi dibanding minyak nabati lainnya. Hal ini membuat sawit lebih efisien dalam penggunaan lahan.
“Untuk menghasilkan 1 ton minyak, sawit hanya membutuhkan 0,3 hektare lahan. Sedangkan bunga matahari butuh 1,3 hektare, rapeseed 1,4 hektare, dan kedelai 2,1 hektare,” jelas Rawing kepada Borneonews pada Selasa, 3 Februari 2026.
Studi Bayer et al. (2020) dan Bayer-Redmacher (2021) menunjukkan emisi karbon sawit lebih rendah serta biodiversity loss lebih kecil dibanding minyak nabati lain. Fakta ini memperkuat argumen bahwa sawit lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, FAO (2013) menemukan polutan dari produksi sawit relatif lebih sedikit dibanding rapeseed dan kedelai. Residu pestisida dan pupuk yang dihasilkan sawit juga lebih rendah.
“Pertanyaan yang tepat bukanlah apakah sawit merusak lingkungan, melainkan minyak nabati mana yang paling efisien dan berdampak kecil. Jawabannya jelas: kelapa sawit,” tegas Rawing Rambang yang juga Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah ini lagi.
Ia menambahkan, kampanye negatif yang terus digulirkan terhadap sawit harus dilawan dengan data dan fakta ilmiah.
“Save Indonesian Palm Oil,” pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/y)









