BORNEONEWS, Palangka Raya – Kota Palangka Raya kembali menjadi daerah dengan temuan kasus Orang dengan HIV (ODHIV) baru tertinggi di Kalimantan Tengah selama dua tahun berturut-turut.
Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya mencatat pada tahun 2024 terdapat 143 kasus baru, sementara di tahun 2025 angka tersebut mencapai 120 kasus meskipun sedikit menurun.
Menanggapi kondisi ini, Anggota DPRD Palangka Raya dari Komisi III Hasan Busyairi mengimbau agar upaya penekanan kasus segera dilakukan dengan langkah-langkah konkret dan kolaboratif.
Hasan Busyairi menekankan bahwa penanganan kasus ODHIV tidak bisa menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Ia mengimbau agar seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan lembaga pendidikan terlibat aktif dalam gerakan pencegahan.
"Sosialisasi tentang HIV/AIDS perlu dilakukan secara lebih masif, terutama pada kelompok berisiko tinggi seperti kaum muda, pekerja seks komersial, dan pengguna narkoba suntik. Selain itu, perlu diperkuat pula akses terhadap layanan kesehatan dan obat antiretroviral (ARV) yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup ODHIV, " katanya, Rabu, 4 Februari 2026.
Selain upaya pencegahan dan pengobatan, Hasan juga menyoroti pentingnya mengatasi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS. Menurutnya, banyak kasus yang tidak terdeteksi karena para calon pasien merasa takut untuk melakukan tes dan mencari bantuan medis.
"Kita harus menciptakan lingkungan yang ramah dan mendukung agar mereka tidak merasa terasing," ucapnya.
Ia juga mengusulkan agar pemerintah kota meninjau ulang program yang sedang berjalan dan mengidentifikasi titik-titik perbaikan untuk meningkatkan efektivitas penanganan kasus.
Hasan berharap dapat terjalin kerja sama yang erat antara DPRD, Dinkes Kota Palangka Raya, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) kota, serta semua pihak terkait.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih peka dan aktif dalam mendukung upaya penanganan, termasuk dengan menghindari perilaku berisiko dan menyebarkan informasi yang akurat tentang HIV/AIDS.
"Dengan kolaborasi yang solid dan langkah-langkah yang tepat, diharapkan angka kasus ODHIV di Palangka Raya dapat menurun secara signifikan," harapnya. (MARINI/H)









