BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan kolaborasi program pengelolaan sampah dengan layanan keuangan melalui integrasi Bank Sampah Keren dengan tabungan emas Pegadaian sebagai upaya mendorong pelestarian lingkungan sekaligus memperluas inklusi keuangan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya Arbert Tombak di Palangka Raya, Selasa, mengatakan program tersebut memberikan kesempatan para pegiat sampah, pemulung, serta pengelola bank sampah untuk menabung hasil pengelolaan sampah dalam bentuk tabungan emas yang aman dan berkelanjutan.
“Dalam hal ini melalui program Bank Sampah Keren yang terintegrasi dengan tabungan emas di Pegadaian. Hasil pengelolaan sampah tidak hanya memberikan manfaat ekonomi jangka pendek, tetapi juga menjadi instrumen tabungan jangka panjang,” katanya.
Selain mendorong pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, katanya, program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Palangka Raya membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi warga.
Untuk memperkuat manfaat ekonomi, Pemkot Palangka Raya mendorong keterlibatan perangkat daerah terkait agar dapat memberikan subsidi terhadap setiap kilogram sampah yang disetorkan melalui bank sampah.
“Perangkat daerah kami dorong agar bisa memberikan subsidi untuk setiap kilo sampah yang dijual, sehingga ada insentif tambahan dari pemerintah yang langsung dikonversikan ke dalam tabungan emas,” ujarnya.
Menurut Arbert, dalam skema awal setiap satu kilogram sampah dapat dihargai sekitar seribu rupiah dan langsung masuk rekening tabungan emas milik nasabah bank sampah.
Skema ini dinilai efektif untuk menjangkau masyarakat sektor informal yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan.
“Ini salah satu langkah konkret dalam memperluas inklusi keuangan, agar masyarakat kecil bisa menabung secara mudah, aman, dan bernilai,” ucapnya.
Melalui Bank Sampah Keren, katanya, pemerintah kota tidak hanya berupaya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga mendorong budaya menabung dan memperkuat perekonomian warga secara berkelanjutan.
“Tujuan akhirnya adalah lingkungan yang lebih bersih, akses keuangan yang semakin luas, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
ANTARA









