PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Polres Kotawaringin Timur bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI Cabang Kalimantan Tengah menggelar Rapat Koordinasi Swasembada Pangan dengan perwakilan perusahaan besar swasta (PBS) perkebunan di wilayah Kotim pada Rabu, 11 Februari 2026. Pertemuan ini membahas perencanaan lanjutan program penanaman jagung sebagai bagian dari dukungan swasembada pangan 2026 di daerah.

Kapolres Kotim melalui jajaran menyampaikan, sinergi lintas sektor diperlukan untuk memastikan program penanaman jagung berjalan terukur dan berkelanjutan. Polres mendorong PBS memanfaatkan lahan potensial di areal perkebunan yang tidak produktif atau lahan sela untuk budidaya jagung, dengan tetap memperhatikan ketentuan tata kelola dan keberlanjutan lingkungan.

Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, menilai kolaborasi ini menjadi ruang konkret bagi dunia usaha perkebunan untuk berkontribusi pada ketahanan pangan daerah.

"Dukungan PBS tidak sebatas penyediaan lahan, tetapi juga mencakup pendampingan teknis, sarana produksi, serta penguatan kemitraan dengan kelompok tani di sekitar kebun," kata Rawing kepada Borneonews pada Kamis 12 Februari 2026.

Dalam forum tersebut, para perwakilan PBS memaparkan kesiapan awal masing-masing perusahaan, termasuk potensi luasan lahan, ketersediaan tenaga pendamping, serta rencana jadwal tanam lanjutan pada 2026. Sejumlah perusahaan menyatakan komitmen mengintegrasikan program jagung dengan agenda pemberdayaan masyarakat desa binaan agar dampak ekonomi dirasakan langsung oleh warga sekitar.

Selain aspek teknis, pertemuan juga menyoroti skema koordinasi lapangan dengan Polsek setempat untuk memastikan pengawalan program berjalan tertib dan berkesinambungan. Koordinasi lintas perangkat daerah turut dipetakan, terutama dengan dinas teknis pertanian, guna sinkronisasi pendampingan budidaya, penyediaan benih, dan penguatan pascapanen.

"Melalui pertemuan ini, para pihak menyepakati langkah lanjut berupa pemetaan detail lahan, penjadwalan tanam, serta penetapan focal point di masing-masing perusahaan," tambah Rawing.

Diharapkan, kolaborasi Polres Kotim, GAPKI, dan PBS mampu mempercepat realisasi penanaman jagung di Kotim sekaligus memperkuat kontribusi sektor perkebunan terhadap ketahanan pangan Kalimantan Tengah pada 2026. (TESTI PRISCILLA/y)