BORNEONEWS, Palangka Raya – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) resmi meluncurkan rangkaian program strategis Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) 2026.
"Program ini digulirkan untuk memastikan ketersediaan uang layak edar (ULE), menjaga stabilitas harga, serta memperkuat ekosistem digital syariah selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah," ujar Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansah Andrias, Jumat 20 Februari 2026.
Peluncuran Serambi 2026, katanya, menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat secara tepat jumlah dan pecahan.
Selain itu, program ini juga bertujuan menjamin kelancaran sistem pembayaran, terutama pada periode Ramadan dan Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan transaksi masyarakat.
"Dalam pelaksanaannya, Serambi 2026 menitikberatkan pada perluasan akses layanan penukaran uang. Terhitung mulai 19 Februari 2026, BI Kalimantan Tengah menjalin sinergi dengan jaringan ritel modern dan entitas usaha lokal seperti Indomaret, Alfamart, KPD Swalayan, hingga Sendys, guna mendistribusikan titik layanan penukaran agar lebih inklusif dan mudah dijangkau masyarakat di berbagai wilayah," jelasnya.
Selain layanan kas, BI Kalteng juga meluncurkan program HAPAQAT (Harmoni Amal Pembayaran QRIS Kalimantan Tengah). Program kolaboratif ini menggandeng Pemerintah Kota Palangka Raya, PT Bank Kalteng, dan Baznas Kota Palangka Raya, dengan fokus pada digitalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh instansi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui optimalisasi pembayaran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berbasis QRIS.
"Melalui HAPAQAT, Bank Indonesia mendorong pemanfaatan sistem pembayaran digital syariah yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, sekaligus mempermudah masyarakat dalam menunaikan kewajiban keagamaan secara digital," tambahnya.
Kegiatan peluncuran Serambi tersebut juga dihadiri oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait. Kehadiran pemerintah daerah menegaskan dukungan terhadap upaya Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas sistem pembayaran, memperkuat ekonomi daerah, serta memastikan kebutuhan uang tunai dan layanan transaksi digital masyarakat terpenuhi secara optimal selama Ramadan dan Idul Fitri. (MARINI/y)









