BORNEONEWS, Palangka Raya - Warga Palangka Raya mulai merasakan dampak kenaikan harga pada sejumlah komoditas bahan pokok memasuki hari keenam ramadan ini.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya terjadi fluktuasi harga yang cukup signifikan di tingkat pedagang eceran Pasar Besar.
Pemerintah kota melalui instansi terkait terus memantau pergerakan harga ini untuk memastikan ketersediaan stok tetap aman bagi warga.
Kenaikan paling mencolok terlihat pada sektor bumbu dapur, terutama bawang merah yang melonjak 11 persen menjadi Rp40.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp36.000.
Tidak ketinggalan, bawang putih juga merangkak naik sebesar 8,6 persen hingga menyentuh angka Rp38.000 per kilogram. Tren kenaikan ini disinyalir terjadi akibat tingginya permintaan konsumen selama awal Ramadan yang tidak dibarengi dengan stabilitas distribusi barang.
Komoditas cabai pun tidak luput dari lonjakan harga, di mana cabai merah keriting naik 7,1 persen menjadi Rp45.000 dan cabai rawit merah meningkat 3,7 persen menjadi Rp85.000 per kilogram.
Di sektor protein hewani, harga daging ayam ras mengalami kenaikan 2,4 persen menjadi Rp43.000 per kilogram, disusul oleh telur ayam ras yang naik tipis 3,3 persen menjadi Rp31.000 per kilogram.
Kenaikan ini menjadi perhatian serius bagi rumah tangga yang sedang mengatur anggaran belanja di tengah bulan puasa.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menekankan pentingnya menjaga ketahanan pangan daerah agar masyarakat tidak terbebani oleh harga yang melambung tinggi.
"Kami terus melakukan koordinasi melalui tim enumerator untuk memantau data harian di lapangan. Pengawasan ini penting agar pemerintah bisa mengambil langkah taktis jika terjadi lonjakan yang tidak wajar," katanya, Selasa, 24 Februari 2026.
Di sisi lain, beberapa komoditas terpantau masih memiliki harga yang stabil atau tetap. Beras premium, medium, dan SPHP dilaporkan tidak mengalami perubahan harga, begitu pula dengan daging sapi yang tetap di angka Rp140.000 per kilogram.
Gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu juga masih tertahan di harga normalnya, memberikan sedikit ruang lega bagi konsumen di tengah naiknya harga bumbu-bumbuan dan protein ayam.
Pemerintah Kota Palangka Raya mengimbau warga agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan aksi borong (panic buying).
Dengan data yang disusun secara transparan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, diharapkan masyarakat dapat memantau harga secara mandiri dan mengatur pola konsumsi dengan lebih baik. (HENDRI/H)
Harga Pangan di Palangka Raya Mulai Merangkak Naik
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Sudah 1.379 Hektare Lahan di Palangka Raya Terbakar
Musim Kemarau, Harga Kalakai di Palangka Raya Naik Jadi Rp8 Ribu per Ikat
Bantuan Pangan Bulog Menjangkau Lima Kecamatan di Palangka Raya
Wakil Wali Kota Palangka Raya Turun Padamkan Api di Jalan Saluang BeluM
Nenie Minta Pemko Selamatkan Stigma Kota Tercemar yang Menghantui Palangka Raya
Aspirasi Palangka Raya Bukan Sekadar Infrastruktur, Keselamatan hingga Karhutla Jadi Perhatian
Komentar (0)
Memuat komentar…







