BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah kembali menggelar Lokakarya Penulisan Cerita Anak Berbahasa Daerah yang berlangsung selama lima hari, mulai 2 hingga 6 Maret 2026 di Palangka Raya.
Kegiatan ini diikuti 25 peserta yang berasal dari internal balai bahasa maupun berbagai instansi dan lembaga di kota Palangka Raya.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau mengatakan lokakarya tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pelestarian bahasa daerah melalui karya sastra anak.
"Cerita anak memiliki peran penting dalam mengenalkan bahasa daerah kepada generasi muda sejak dini. Melalui pendekatan cerita, nilai budaya dan kearifan lokal dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik," kata Sukardi saat membuka kegiatan pada Senin, 2 Maret 2026.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta akan mendapatkan pendampingan langsung dari mentor yang berpengalaman di bidang penulisan. Mereka juga akan mengikuti berbagai sesi pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita anak menggunakan bahasa daerah.
“Lokakarya ini diikuti 25 peserta. Sebelumnya mereka sudah mengirimkan tulisannya maka selama kegiatan ini tulisan itu akan dibedah dengan bimbingan mentor hingga menghasilkan karya," ujar Sukardi lagi.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan penulis-penulis baru yang aktif mengembangkan literasi berbasis bahasa daerah sekaligus memperkaya bahan bacaan anak di Kalimantan Tengah. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah konkret dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah perkembangan zaman. (TESTI PRISCILLA/H)









